kriminal sex

kriminal sex
diadopsi dari sebuah web dan sebagai gambar hiasan

Rabu, 06 Juli 2011

Ayah Bejat Setubuhi Anak Kandung di Tengah Laut Sambil Mendayung

gambar ilustrasi

KARIMUN, : Bejat dan sungguh tak dapat diampuni perbuatan bapak beranak enam ini. Selama tujuh tahun lebih, pria yang bernama Saharudin (50) warga Pulau Kenipan ini tega menggauli putri sulungnya berinisial NS yang kini sudah berusia 22 tahun.
Hubungan badan sedarah, dibawah ancaman yang dilakukan oleh Saharudin ini terjadi pertama kali di atas sampan miliknya, saat mereka sedang dalam perjalanan dari Selat Belia, Kundur Barat menuju desa mereka di Pulau Kenipan, yang berjarak sekitar setengah jam perjalanan.
Entah sudah berapa kali pria bertubuh legam itu menggauli anak gadisnya tersebut. Yang diingatnya, hubungan terlarang itu dia lakukan sejak sang anak masih berusia 15 tahun.
?Tak ingat lagi sudah berapa kali, tapi sudah sering,? aku pria yang sehari-hari mencari ikan di sekitar perairan Pulau Kenipan tersebut, Selasa (1/9) di kantor polisi.
Kelakuan biadab itu terbongkar ketika NS merasa sudah tak sanggup lagi melayani nafsu bejat sang ayah dan takut dibunuh, lantaran ia telah memiliki pria yang akan dijadikannya sebagai tambatan hatinya.
?Bapak saat itu ngancam, saya tak boleh menikah dulu sebelum bapak puas. Dan kemudian bapak memegang tangan saya selanjutnya kami kembali berhubungan di atas sampan di atas laut saat itu,? ujar NS seperti yang dituliskan dalam laporan polisi yang dibuatnya.
Lantaran takut, akhirnya NS lebih memilih melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Balai, 24 Agustus lalu.
Atas pengaduan tersebut, polisi akhirnya berhasil menciduk Saharudin. Di kantor polis, pria berkumis tipis tersebut, tak bisa lagi mengelak dan mengakui semua perbuatannya.
?Dia (NS) itu anak kandung saya. Dia anak pertama. Saya pun tak tahu ngapa saya bisa sampai seperti ini. Saya khilaf,? ucapnya berulang kali dengan menundukkan kepala.
Menurut Saharudin, sejak dulu ia memang selalu mengajak putri sulungnya itu pergi berbelanja kebutuhan rumah tangga selama sebulan di Selat Belia, Kundur Barat. Nah, saat perjalanan pergi dan pulang di atas laut itulah, Saharudin kerap memaksa anaknya untuk melayani nafsu bejatnya.
?Setiap habis berhubungan, saya kasih uang ke anak saya Rp20 ribu, dan saya bilang jangan sampai mak kau tahu ya,? jelas Saharudin lagi.
Dengan ancaman dan uang yang dia berikan itulah, Saharudin leluasa mencicipi tubuh putih gadis berambut sebahu yang tak lain anak kandung hasil pernikahannya dengan An tersebut. ?Saya juga bingung kenapa bisa sampai begini,? ucapnya lagi.
Sekaleng Bir Pengundang Syaitan
?Tak tahu kenapa dengan saya ini, sampai tega seperti ini. Saya tahu itu anak saya, tapi setiap kali saya minta dilayani saat di atas sampan, dia selalu mau. Padahal saya tak memaksa dan mengancamnya,? pengakuannya.
Kalimat penyesalan bercampur pengakuan itu keluar berulang kali dari mulut Saharudin, saat berada di Mapolsek Balai.
Yang luar biasanya, perbuatan bejat tersebut dilakukan Saharudin sambil mengayuh sampan yang mereka tumpangi hingga sampai di desa mereka.
?Biasanya hubungan itu saya lakukan dengan posisi saya terus mengayuh sampan di posisi bawah. Sementara anak saya di atas saya, begitu setiap kali melakukannya,? jelasnya disambut tawa sejumlah polisi yang ada di ruang penyidikan siang itu.
Dikatakan Saharudin, kejadian ini dilakukannya pertama kali tanpa memaksa dan mengancam putrinya yang tidak berpendidikan sama sekali tersebut.
?Pertama kali pada tahun 2003 itu, saya beli bir satu kaleng, kemudian kami pulang. Dalam perjalanan pulang ke rumah, sambil mengayuh sampan saya bilang sama anak saya, saya minta dilayani mau tak. Saya bilang nanti saya kasih uang Rp20 ribu, terus dia mau dan kami melakukannya saat itu. Itulah kali pertamanya dan berlanjut setiap bulannya, saya selalu minta jatah itu,? tegasnya lagi.
Kendati mengakui telah meniduri anaknya, namun Saharudin membantah telah mengancam terlebih cemburu pada sang anak yang telah memiliki pacar.
?Tak ada saya ngancam. Yang betul, saya saat dapat kabar dari anak saya kalau anak saya itu (NS) pernah ketahuan sedang telanjang dengan pacarnya. Terus saya bilang kenapa kamu telanjang sama pacar kamu, kan tak patut, hanya itu saja. Saya tak ngancam dia. Tak ada saya cemburu,? jelas Saharudin yang terus membantah apa yang telah dilaporkan anak kandungnya.
Sementara hingga kini kasus tersebut masih dalam penyidikan jajaran Polsek Balai untuk proses hukum selanjutnya.
Kapolsek Balai, AKP Rimsyahtono yang dikonfirmasi Posmetro di ruang kerjanya membenarkan adanya laporan tersebut. ?Laporan dibuat korban langsung pada 29 Agustus 2010 lalu, dimana korban mengaku telah disetubuhi bapak kandungnya selama tujuh tahun lamanya. Dari situ kita langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku. Saharudin kita amankan pada Selasa (31/8) lalu di rumahnya di Pulau Kenipan, Desa Tulang, Kecamatan Karimun,? ujar Rimsyahtono.
Perwira balok emas tiga di pundak itu mengatakan, Saharudin akan dijerat dengan Undang-undang Perlindungan anak Nomor 23 tahun 2002 pasal 81 dan 82 jonto pasal 294 KUHP dengan ancaman selama 15 tahun penjara.(riyadi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar